Showing posts with label THT. Show all posts
Showing posts with label THT. Show all posts

Wednesday, June 6, 2007

Sinusitis sejak madrasah aliyah...?


Assalamualaikum Wr.Wb

Dokter, saya seorang wanita berjilbab, usia saya 17 tahun dan sekarang saya duduk di bangku sekolah Madrasah Aliyah kelas II. Saya mau berkonsultasi tentang kesehatan saya. Sejak saya duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah kelas III, saya mengalami yang namanya flu sampai saat ini. Setiap hari saya tersiksa dengan penyakit ini, ketika saya tidur saya gak bisa bernafas dan ketika hidung saya mencium bau-bau yang nggak sedap, saya langsung akan bersih. Saya pernah periksa ke dokter, katanya saya menderita sinusitis. Yang saya ingin tanyakan apa itu sinusitis dan bagaimana solusinya ? Terima kasih.

Wassalamu’alaikum wr.wb, Ummi Kulsum-Probolinggo

Waalaikumsalam Ummi kulsum,

Sinusitis adalah peradangan saluran pada rongga di tengkorak yang menghubungkan hidung dan rongga mata. Berdasarkan perjalanan penyakitnya sinusitis ini terbagi atas:
  • Sinusitis Akut, bila infeksi terjadi beberapa hari sampai dengan beberapa minggu.
  • Sinusitis sub akut, bila infeksi beberapa minggu sampai dengan beberapa bulan
  • Sinusitis khronik, bila infeksi terjadi beberapa bulan sampai dengan tahunan.

Jadi sinusitis yang Ummi kulsum alami sudah tergolong sinusitis kronis.

Gejala sinusitis yang biasanya terjadi adalah :

  1. Pilek yang berlangsung lama. Biasanya penderita tidak menyadari dirinya terkena sinusitis, karena gejalanya sering didahului pilek yang berlangsung lama sehingga dianggap biasa.
  2. Bila sudah terjadi penumpukan cairan dalam rongga maka kepala menjadi sakit, terutama jika sedang menunduk.
  3. Kadang pendengaran berkurang dan badan meriang, sementara ingus terus mengalir.
  4. Kehilangan nafsu makan dan indera penciuman menjadi lemah.

Ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab sinusitis, yaitu:

  1. Hidung tersumbat antara lain disebabkan oleh infeksi virus flu di saat tubuh kurang fit. Infeksi yang menyerang di sekitar hidung dan tenggorokan ini tak jarang menjalar ke sinus
  2. Cara kita membuang ingus yang salah. Ingus yang seharusnya keluar malah tersedot masuk ke rongga sehingga susah dikeluarkan.dapat disebabkan oleh virus ,bakteri atau jamur. Kuman yang biasa menyerang adalah Streptococcus pneumoniae dan Haemophilus influenzae yang ditemukan hampir pada 70 % kasus.
  3. Dapat juga disebabkan oleh radang ditempat lain yang berdekatan misalnya radang tenggorokan, radang Amandel, radang pada gigi geraham atas, kadang juga disebabkan karena berenang, menyelam, trauma tekanan udara (biasanya pada awak pesawat)
  4. Allergi dapat memperberat penyakit ini, sehingga orang yang memang telah
    mengidap alergi akan lebih mudah terkena radang sinus ini.

Orang yang rentan terkena sinusitis adalah: perokok, karena hawa panas yang dihisap dapat merangsang organ di sekitar hidung sehingga menimbulkan iritasi dan memperbesar kemungkinan timbulnya sinusitis, kemudian penderita alergi karena perubahan temperatur dan kelembaban yang mencolok dapat mengakibatkan peradangan di dalam hidung yang mungkin merambat ke dalam sinus, perenang, penderita influenza dan mereka yang tinggal di udara kering.
Untuk penanganan sinusitis sangat dipengaruhi oleh perjalanan penyakitnya (akut, sub akut atau khronis). Sebaiknya Ummi berkonsultasi lagi ke dokter THT agar mendapatkan penanganan yang adekuat.
Berikut adalah tips untuk penanganan sinusitis :

  1. Pemberian antibiotik, untuk mengobati infeksi yang terjadi.
  2. Kompres hangat dengan memakai handuk untuk mengurangi nyeri di sekitar wajah.
  3. Tinggal di lingkungan udara yang bersih.
  4. Banyaklah mengkonsumsi vitamin C apabila dirasa tubuh kurang fit dan rajinlah berolahraga untuk mempertebal daya tahan tubuh kita
  5. Apabila terkena penyakit pilek yang membandel atau serangan flu lebih dari seminggu, manfaatkan dengan air panas. Saat mandi, gunakan shower air hangat, usap dahi, hidung dan dagu dengan waslap yang dibasahi air panas, agar lubang hidung terbuka lebar.Rongga hidung yang kering lebih mudah terinfeksi daripada yang basah.
  6. Perbanyak memakan makanan yang pedas, umumnya makanan berbumbu pedas dapat memperlebar lubang hidung.
  7. Usahakan hidung selalu dalam kondisi lembab, terutama tatkala cuaca di luar panas terik.
  8. Perbaiki daya tahan tubuh. Caranya, istirahat yang cukup dan makan panganan yang penuh gizi.
  9. Kurangi merokok atau kalau bisa berhenti merokok.

Mudah-mudahan keterangan tadi bisa sedikit membantu kebingungan ummi ya.Wallahu a’lam!

Image from here

Saya tidur mendengkur...................


Assalamualaikum wr.wb

Dokter, saya memiliki masalah dengan dengkuran saya ketika saya tidur. Saya gadis berusia 23 tahun, dan berat badanku 62 dengan tinggi badan 155. dulu ketika saya masih duduk bangku SMP dan SMA kata Ibu saya, kalau tidur saya tidak mendengkur, tapi setelah saya kuliah tidur saya selalu mendengkur. Kata ibu sih katanya karena berat badan saya, jadinya ketika tidur nafas tertahan, tapi menurut teman-teman saya, dengkuran itu diakibatkan karena saya kecapean. Saya jadi bingung sendiri apa sebenarnya penyebab sengkuran tersebut, saya ingin sekali menghilangkannya. Mungkin doketer bias membantu apa apa yang harus saya perbuat agar dengkuran ini bias perlahan hilang. Ada obatnya atau adakah obat alternatif yang bias menghilangkannya? Saya mohon Dokter membantu saya mencari solusinya. Terima kasih.

Wassalam,
Susi-Tangerang

Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakaatuh Susi,
Mendengkur merupakan salah satu tanda dari pernapasan yang terhalang atau udara tidak mengalir lancar melalui saluran pernafasan. Ini terjadi ketika jaringan-jaringan di sekitar tenggorokan, seperti lidah, anak tekak dan langit-langit, saling bersinggungan, bergetar dan menghasilkan bunyi, yang kita dengar sebagai bunyi dengkuran. Ketika kita tidur nyenyak, otot-otot tenggorokan, lidah dan langit-langit biasanya berada dalam keadaan relaksasi (rileks) sehingga rongga-rongga menyempit. Pada keadaan yang normal penyempitan rongga tersebut tidak sampai menyebabkan terjadinya persingggungan satu sama lain sehingga tidak menimbulkan dengkuran. Keadaan-keadaan yang menyebabkan bertambah sempitnya rongga ini bisa menimbulkan dengkur. Semakin sempit rongganya semakin keras getaran yang terjadi, akibatnya semakin keras bunyi dengkuran yang ditimbulkan.
Mendengkur sendiri dibedakan menjadi beberapa jenis, ada dengkuran ringan, timbul hanya sekali-sekali dengan suara halus dan berlangsung terus-menerus yang dijumpai saat awal tidur dan umumnya merupakan tanda kelelahan. Jenis lainnya adalah dengkuran yang sudah menjadi kebiasaan hampir setiap kali tidur, bunyi keras, terputus-putus. Seringkali ada saat henti nafas selama 10 sampai 30 detik yang kemudian diikuti hentakan napas yang dalam dan tiba-tiba terbangun dalam keadaan nafas terengah-engah dan jantung berdebar.
Dalam istilah medis, pola dengkur henti napas ini disebut obstructive sleep apnea syndrome (OSAS). Gejala-gejala khas OSAS di antaranya sering berganti posisi tidur, mimpi tercekik atau mimpi buruk. Penderita OSAS sering terbangun pada malam hari dengan jantung berdebar. Saat bangun pagi, biasanya penderita merasa tidak cukup tidur dan kurang segar. Selain itu, penderita juga bangun pagi dengan rikuh, serba salah, mulut kering, dan sakit kepala.
OSAS
dapat disebabkan oleh beberapa keadaan:

  • Organ dan jaringan disekitar tenggorokan memiliki bentuk yang cenderung menyebabkan tidur mendengkur. Misalnya otot-otot di sekitar lidah dan tenggorokan lemah, sehingga ketika tidur, otot-otot tersebut menjadi terlalu rileks dan menutupi atau mempersempit jalan nafas.
  • Jalan udara di tenggorokan terhambat karena bentuk lidah atau uvula (anak tekak) yang terlalu panjang atau besar, atau karena terjadi pembengkakan tonsil (amandel).
  • Terganggunya jalan udara di rongga hidung, misalnya karena peradangan (nasal rhinitis) yang bisa disebabkan oleh alergi atau infeksi, atau karena kelainan bentuk saluran atau sekat hidung (nasal septum).
  • Kelebihan berat badan dan faktor usia. Pada orang yang gemuk, jaringan-jaringan di sekitar leher dan tenggorokan menjadi berlebihan, membuat rongga tenggorokan cenderung menyempit dan jaringan-jaringan di sekitarnya menjadi lebih mudah bergesekan. Begitu pula, semakin tua otot-otot termasuk otot tenggorokan akan menjadi semakin lemah.
  • Konsumsi alkohol dan obat penenang. Alkohol dan obat penenang menimbulkan efek sedative, yang membuat otot-otot, termasuk otot tenggorokan, lidah, anak tekak dan langit-langit menjadi rileks dan mudah bersinggungan ketika tidur pulas.
  • Gangguan hormonal seperti hipotiroidism (aktivitas kelenjar tiroid rendah) dan acromegaly (produksi hormon pertumbuhan yang berlebihan).

Gambar: salah satu mekanisme terjadinya dengkur dan OSAS



Nah, untuk kasus Susi, bisa jadi penyebab dengkur adalah kegemukan, kelelahan atau malah keduanya. Kalau dilihat dari berat badan dibandingkan tinggi badan serta riwayat sebelumnya tidak pernah mendengkur, bisa jadi kegemukan menjadi sumber masalah. Dengan demikian kasus Susi tergolong kedalam OSAS.

Yang perlu diketahui bahwa dengkur bukan hanya permasalahan sosial semata Walaupun kelihatannya sederhana, namun OSAS bisa menimbulkan beberapa konsekuensi secara klinis antara lain adalah:

  • Walaupun terhentinya nafas ini berlangsung dalam waktu yang singkat, namun karena terjadi berkali-kali, dapat memberi dampak buruk bagi kesehatan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sleep apnea dapat meningkatkan risiko terjadinya hipertensi (tekanaan darah tinggi), penyakit jantung dan stroke.
  • Penderita mengantuk siang hari dan mengeluhkan akan rasa kantuknya yang berlebihan, bahkan sampai taraf mengganggu.
  • Gangguan konsentrasi dan kecenderungan menjadi pelupa merupakan akibat rendahnya kualitas dan kuantitas tidur.
  • Perubahan tingkah laku seperti mudah tersinggung, marah, agresif, pencuriga, cemas, dan depresi.
  • Pada keadaan normal, tekanan darah dan frekuensi detak jantung saat tidur lebih rendah daripada saat terjaga. Namun pada penderita OSAS justru terjadi hal yang sebaliknya, sehingga terjadi beban tambahan terhadap kerja jantung. Keadaan ini sering dihubungkan dengan terjadinya serangan jantung saat orang tidur malam hari. Saat penderita OSAS tidur, pasokan oksigen ke jantung menurun (karena adanya gangguan pernapasan), sedangkan kebutuhan otot jantung akan oksigen naik akibat tekanan darah dan frekuensi detak jantung yang meningkat.

Namun Susi tidak usah panik, karena kebiasaan mendengkur dapat dihilangkan dengan menghilangkan penyebabnya. Untuk kasus Susi karena sumber masalahnya adalah kegemukan, maka Susi harus berusaha mengurangi berat badan. Berdasarkan penelitian mengurangi berat badan 10% dapat mengurangi keluhan mendengkur dan melegakan pernafasan. Jadi minimal Susi harus mengurangi berat badan sebanyak 6,2 kg dari berat badan yang sekarang. Selain itu hindari tidur telentang karena tidur telentang menyebabkan lidah jatuh kebelakang sehingga menyumbat saluran nafas, tidurlah miring kesebelah kanan. Kemudian hindari makan berlemak 4 jam sebelum tidur serta jangan lupa gosok gigi sebelum tidur.

Kalau Susi sudah melakukan hal-hal diatas dengan baik namun keluhan mendengkur tak kunjung hilang maka segera datang ke dokter THT untuk berkonsultasi lebih lanjut.

Begitu susi, mudah-mudahan Susi mendapatkan solusis dari keterangan diatas. Tetap semangat ya! Wallahu a’lam

Tuesday, June 5, 2007

Badan setengah berkeringat....

Assalamualikum, wr.wb

Dokter saya ingin menanyakan tentang masalah kesehatan yang ingin saya tanyakan, dok, mengapa setiap malam hari badan saya berkeringat dan setengah lagi kering? Apakah hal itu merupakan suatu tanda kalau saya itu punya penyakit tertentu? Dan kalau iya, apa yang seharusnya saya lakukan. Saya mohon Dokter bisa bantu saya menemukan apa yang sebenarnya terjadi pada saya, terima kasih.
Wassalam,
Davian-Jawa Timur

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakaatuh Davian,
Keringat malam hari bisa merupakan sebuah pertanda adanya suatu penyakit atau bukan. Ada beberapa penyakit yang mungkin menyebabkan keingat berlebih pada malam hari, antara lain infeksi (TBC, infeksi jamur, bisul pada paru – paru, HIV, dan lain-lain), keganasan, gangguan hormonal seperti menjelang menopause, diabetes mellitus, dan tumor endokrin (kelenjar hormon), kecemasan, penggunaan obat-obatan serta berbagai penyakit lain yang jarang. Pada kondisi tersebut, selain keluhan keringat malam hari, terdapat juga keluhan lain yang menyertai tergantung penyebab.
Mengenai keluhan yang Davian sampaikan, sebaiknya Davian berkonsultasi ke dokter spesialis penyakit dalam guna menyingkirkan penyakit yang mungkin mendasari timbulnya keringat berlebih pada malam hari. Dokter akan melakukan wawancara lebih lanjut untuk menemukan keluhan lain yang mendukung adanya suatu penyakit serta melakukan pemeriksaan fisik dan penunjang untuk menegakkan menemukan penyebab sebenarnya.
Pemeriksaan penunjang akan dilakukan sesuai dengan arah kecurigaan adanya penyakit tersebut yang didapat dari anamnesa (wawancara) dan pemeriksaan fisik. Apabila dalam wawancara, atau pemeriksaan fisik tidak ditemukan kecurigaan adanya penyakit tertentu yang mendasari, maka keluhan tersebut mungkin bukan pertanda sebuah penyakit.
Karena informasi yang Davian sampaikan terbatas, untuk sementara itu yang dapat saya sampaikan, mudah-mudahan bermanfaat! Wallahu a’lam.